Selasa, 13 Oktober 2015

Jurnal






1.      Judul :  PENGARUH AKTIVASI KIMIA DAN PENAMBAHAN SEMEN PORTLAND PUTIH PADA ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR
2.      Penulis :  Yoang Enggaling Sarosa, Sri Wardhani, Darjito

3.      Abstrak :  Penyumbang polusi udara berupa gas CO,CO2 dan hidrokarbon paling besar ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Tujuan penelitian ini memanfaatkan zeolit alam sebagai adsorben untuk mengurangi emisi gas CO, CO2 dan hidrokarbon dari kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan zeolit alam tanpa perlakuan aktivasi dan zeolit alam perlakuan aktivasi kimia dan fisik.

4.      Kata Kunci :  aktivasi, daya serap, emisi gas buang, semen portland putih, zeolit alam.

5.      Pendahuluan :  Penyumbang polusi udara sebesar 60-70% di udara ditimbulkan oleh emisi gas buang kendaraan bermotor. Untuk mengurangi dampak tersebut perlu dilakukan pengendalian emisi gas buang. Selama ini zeolit alam dikenal mampu bertindak sebagai katalis, adsorben dan penukar ion. Penambahan semen pada adsorben bertindak sebagai pengikat untuk dicetak dan dibuat. Perlakuan aktivasi kimia dan fisik pada zeolit alam untuk mengetahui perbedaan daya serap antara adsorben zeolit alam tanpa aktivasi dengan adsorben zeolit alam aktivasi.

6.      Metode Penelitian :
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan antara lain zeolit alam kabupaten Blitar, HCl 32% (b/b), AgNO3 0,1M, akuades, semen portland putih, pH indikator universal macherey nagel.

Peralatan yang digunakan antara lain seperangkat alat gelas, tanur barnstead thermolyne 6000, oven fisher scientific, shaker wisd SHO 2D, neraca analitik mettler toledo, ayakan 200 mesh, spektofotometer FT-IR 8400S shimadzu, MFL Piuf D 6800 mannheim, stargas D 898 OTC, knalpot uji modifikasi, dan sepeda motor Yamaha Byson tahun 2012.

Prosedur
Preparasi Zeolit Alam Tanpa Perlakuan Aktivasi Kimia dan Fisik
Serbuk zeolit alam sebanyak 100 gram diayak menggunakan ayakan ukuran 200 mesh dan dicuci dengan akuades 300 mL lalu disaring dengan kertas saring. Kemudian dipanaskan pada suhu 110oC hingga kering.
Preparasi Zeolit Alam Dengan Perlakuan Aktivasi Kimia dan Fisik
Sebanyak 8 gram zeolit alam dimasukkan dalam erlenmeyer 100 mL, ditambahkan 75 mL HCl 0,4 M dan dikocok dengan shaker selama empat jam kecepatan 100 rpm. Kemudian disaring, dicuci dengan akuades hingga ion Cl- hilang. Uji ion Cl- dilakukan dengan penambahan AgNO3 0,1M. Residu zeolit alam dalam kertas saring dikeringkan dan dipanaskan dalam tanur pada suhu 500oC selama 4 jam.


Pembuatan Adsorben Zeolit Alam
Bahan dimasukkan dalam gelas kimia 250 mL, ditambahkan 15 mL akuades dan dimasukkan ke dalam cetakan adsorben dengan tebal 5 mm dan dipanaskan pada suhu 110oC selama 6 jam.
7.      Hasil dan Pembahasan :
Uji Tekan Adsorben Menggunakan MFL Piuf D 6800 Mannheim
Dapat disimpulkan bahwa penambahan semen portland putih dapat meningkatkan kekuatan tekan pada adsorben. Penambahan semen akan meningkatkan kerapatan adsorben. Penambahan air pada semen mengakibatkan terjadinya reaksi hidrasi membentuk senyawa hidrat semen yang keras dan memadat
Analisa Efisiensi Daya Serap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Efisiensi daya serap gas hidrokarbon dan karbondioksida tertinggi pada adsorben A2 pada putaran mesin 1000 – 4000 rpm. Sedangkan efisiensi daya serap gas hidrokarbon dan karbondioksida terendah pada adsorben B1 pada putaran mesin 1000 – 4000 rpm. Efisiensi daya serap gas karbonmonoksida tertinggi pada adsorben A1 pada putaran mesin 1000 – 4000 rpm. Sedangkan efisiensi daya serap gas karbonmonoksida terendah pada adsorben B2 pada putaran mesin 1000 – 4000 rpm.
Adsorben zeolit alam perlakuan aktivasi kimia dan fisik mempunyai daya serap gas hidrokarbon dan gas karbondioksida yang lebih tinggi daripada adsorben zeolit alam tanpa aktivasi. Tetapi adsorben zeolit alam perlakuan aktivasi kimia dan fisik mempunyai daya serap gas karbonmonoksida yang lebih rendah daripada adsorben zeolit alam tanpa aktivasi.
Analisa Kesetimbangan Daya Serap Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi zeolit alam dengan penambahan semen lebih rendah dibandingkan pada zeolit alam tanpa penambahan semen. Perbedaan ini terjadi karena zeolit alam tanpa penambahan semen memiliki struktur yang lebih berongga dan berpori dibandingkan zeolit alam dengan penambahan semen.
8.  Kesimpulan :
1. Penambahan semen portland putih dapat meningkatkan kekuatan tekan adsorben tetapimenurunkan daya serap gas hidrokarbon, karbondioksida dan karbonmonoksida.
2. Efisiensi daya serap gas hidrokarbon dan gas karbondioksida pada zeolit alam aktivasilebih tinggi daripada zeolit alam tanpa aktivasi. Sedangkan efisiensi daya serap gaskarbonmonoksida pada zeolit alam aktivasi lebih rendah daripada zeolit alam tanpaaktivasi.
9.  Ucapan Terimakasih : Terimakasih kami sampaikan kepada Kepala dan Staff Laboratorium Kimia Anorganik, Jurusan Kimia FMIPA, Universitas Brawijaya. Kepala dan Staff Laboratorium Pengujian Bahan dan Motor Bakar, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Brawijaya, Malang.
10. Daftar Pustaka :
1.Bachrun, R. K., 1993, Polusi Udara Perkotaan Pemantauan dan Pengaturan, HasilPenelitian Laboratorium Termodinamika PAU ITB, Bandung.
2.Warju, 2006, Pengaruh Penggunaan Catalytic Converter Tembaga Berlapis ManganTerhadap Kadar Polutan Motor Bensin Empat langkah, Tesis, Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.
3.Boreskov, G. K., and Minachev, K. M., 1979, Application of Zeolites in Catalysis,Akademiai Kiado, Budapest.
4.Lesley, S., dan Elain, M., 1992, Solid State Chemistry, Chapman & Hall, London.
5.Dwi, K., 2009, Unjuk Kemampuan Catalytic Converter dengan Katalis Zeolit, Alumina danSemen dalam Mereduksi Emisi Gas Buang, Skripsi, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Mesin, Universitas Muhamadiyah, Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar